Kamis, 24 November 2011

REVIEW BILINGUALISME DAN DIGLOSIA





 



REVIEW
BILINGUALISME DAN DIGLOSIA
Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Sosiolinguistik





 Oleh :
                                        Asih Setyarini        (2601409073)


JURUSAN BAHASA DAN SASTRA JAWA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2011


BILINGUALISME DAN DIGLOSIA
A.   Bilingualisme
Adalah penggunaan dua bahasa oleh seorang penutur dalam pergaulannya dengan orang lain secara bergantian (Mackey 1962:12, Fishman 1975:73). Orang yang dapat menggunakan dua bahasa yaitu B1 dan B2 disebut bilingual.
Masalah – masalah yang muncul karena bilingualisme
1.      Sejauh mana taraf kemampuan seseorang akan B2 (B1 tentunya dapat dikuasai dengan baik) sehingga dia dapat disebut sebagai seorang bilingual.
2.      Apa yang dimaksud dengan bahasa dalam bilingualisme ini?
Apakah bahasa dalam pengertian langue, atau sebuah kode, sehingga bisa termasuk sebuah dialek atau sosiolek.
3.      Kapan seorang bilingual menggunakan kedua bahasa itu secara bergantian? Kapan dia harus menggunakan B1-nya, dan kapan pula harus menggunakan B2-nya? Kapan pula dia dapat secara bebas untuk dapat menggunakan B1-nya atau B2-nya?
4.      Sejauh mana B1-nya dapat mempengaruhi B2-nya, atau sebaliknya, B2-nya dapat mempengaruhi B1nya.
5.      Apakah bilingualisme itu berlaku pada perseorangan (seperti disebut dalam konsep umun) atau juga berlaku pada sekelompok masyarakat tutur?

B.   Diglosia
Adalah suatu kebahasaan yang relatif stabil, dimana selain terdapat sejumlah dialek-dialek utama (lebih tepat: ragam-ragam utama) dari satu bahasa, terdapat juga sebuah ragam lain. (Ferguson)
Digolosia ini dijelaskan oleh Ferguson dengan mengetengah-tengahkan sembilan topik, yaitu fungsi, prestise, warisan sastra, pemerolehan, standardisasi, stabilitas, gramatika, leksikon dan fonologi.
Double nested diglosia keadaan dalam masyarakat multilingual, dimana terdapat dua bahasa yang diperbedakan satu sebagai bahasa T, dan yang lain sebagai bahasa R.

C.   Kaitan Bilingualisme dan Diglosia
Kalau diglosia diartikan sebagai adanya pembedaan fungsi atas penggunaan bahasa (terutama fungsi T dan R) dan bilingualisme adalah keadaan pengguna dua bahasa secara bergantian dalam masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar