Jumat, 25 Juli 2014

"Liebster Award", kamu mau coba? Baca yuk..!!

Maaf ya ulfah meylida , saya baru sempat membalasnya. Bukan apa -apa sih, lebih disebabkan karena males saja haha.. Seru juga ikutan libster award ini,  nambah -nambah postinganku yang semakin hari semakin ceking saja. makasih ya ulfah meylida yang sekarang sudah reinkarnasi menjadi ibu guru muda dan cantik :D
Untuk mendapatkan award ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu :
  1. Post award ke blog anda (ya tentu sajaaa..)
  2. Sampaikan terimakasih kepada blogger yang mengenalkan award ini dan link back ke blognya. (sudah tuh diatas)
  3. Share 11 hal tentang diri anda (dibawah akan segera ditulis)
  4. Jawab 11 pertanyaan yang diberikan kepada anda (siap!)
  5. Pilih 11 blogger lainnya dan berikan mereka 11 pertanyaan yang anda inginkan (laksanakan!)

Baiklah, karena poin 1 dan 2 sudah dikerjakan. Maka sekarang lanjut ke poin 3 yaitu share 11 hal tentang diri saya.
  1. Mempunyai tahi lalat berbentuk segitiga (bukan segitiga bermuda loh, jd nggak bahaya :D)..
  2. Tanggal lahirku cantik, hanya ada angka 1 dan 9, 1-9-1991, hari minggu pula. Mungkin pas saya lahir banyak orang- orang yang menikah kali ya?
  3. Ada sosok penyendiri di antara orang-orang yang sedang bergumul. Ada sosok pendiam di antara sekelompok orang yang sedang berinteraksi. Ada sosok yang terlihat serius di tengah keadaan yang tenang. Ada juga sosok yang terlihat acuh di tengah suasana yang tegang. Sosok ini berbeda,tak seperti kebanyakan orang. Namun ia bukanlah pemalu ataupun seorang yang berpenyakit ,  tetapi ia justru sedang memerhatikan. Ia senang menganalisa keadaan. Itulah saya yang cenderung introvert.
  4. Lebih suka bekerja dibalik layar, ya saya suka bekerja santai dibalik layar walaupun saya berlatar pendidikan guru yang notabenenya harus bekerja didepan layar :)
  5. Cinta kebersihan, ceilehhh.. gaya banget haha. tetapi terbukti kalo ngekost pasti rajin piket sama buang sampah :D
  6. Susah Move On, bukan hanya urusan asmara lo.. urusan pendidikan juga, sampai - sampai butuh waktu empat semester untuk mencintai jurusanku ketika kuliah gara- gara kuliah di jurusan yang tak sesuai angan - angan. Namun Tuhan ternyata menyembuyikan keindahan dibalik semuanya :), kuliah kan nggak hanya nyari ilmu sesuai jurusan bukan? lebih untuk membentuk prespektif dan pola pikir kan? hehe..
  7. Lebih sering berfikir untuk hal - hal yang detail, yang mungkin tidak terpikirkan oleh orang lain, yah saya adalah tipe pengamat yang baik :) , efek negatifnya suka ngepoin orang :D
  8. Suka makan tempe mentah, yap tempe adalah makanan favoritku sejak kecil, bahkan tempe mentah kalau masih muda pun sangat saya suka.  Tetapi jangan salah, tempe mentah itu sehat lo sobat..
  9. Saya anak pegunungan alias ANGGUN, tetapi kalau tinggal dirumah sering terkena flu akibat kedinginan. Sedikit aneh memang, makanya sejak lulus SMP saya merantau ke daerah panas :D
  10. Sering dicurhatin orang tua kalau berada ditempat umum. Mungkin muka saya terlalu baik atau bagaimana ya? :D , ketika di bus, kereta, halte dan tempat umum lainnya sering dicurhatin sama orang tua, bahkan sering mau dijodohkan sama anaknya.
  11. Nekaters alias suka nekat atau tidak terlalu memikirkan resiko. Pernah minggat ke Jogja malem-malem gara - gara terlalu pusing dan menghebohkan teman -teman, maaf ya :D
Itulah sebelas fakta tentangku, sebenarnya masih buanyaak banget sih, tapi kan cuma 11 saja yang harus saya tulis hehe.., giliran saya menjawab pertanyaan dari ulfah meylida
1) Apa alasanmu bersedia mengikuti liebster award ini?
 Yang jelas menambah postingan karena beberapa waktu ini saya males ngeblog dan membuat teman - teman juga nggak males ngeblog :D
 2) Nick Name friendstermu dulu apa?
Aduuh dulu saya gaptek banget samapi nggak tau FS, mungkin dikarenakan tinggal diasrama dan jarang sekali mengakses dunia maya :D
3) Lebih sering pantengin grafik pengunjung atau berkunjung ke blog lain?
Lebih sering berkunjung ke blog lain, biasanya si kepo - kepo gitu haha, sapa tau ada tips tips menarik bukan?
4) Siapa bloger favoritmu? Alasannya? Alamat blognya?
Blogger favorit? emm..siapa ya? banyak sih, tapi aku paling suka Benazio Rizki blongnya lucu - lucu dan menarik, ini nih alamtnya http://www.benablog.com/
5) Berapa umurmu saat ini? 
23 tahun kurang 1 bulan lebih dikit , udah tua ya? haha
6) Sebutkan prestasi membanggakan yang pernah kamu raih selama ini!
Apa ya? minim prestasi nih kayaknya hehe, tetapi yang paling membanggakan ya bisa membuktikan ke orang tua bisa lulus S1 dengan nilai nggak malu-maluin walaupun dulu sempet pengen berhenti ditengah jalan :D
7) Boleh tau kampung halamanmu? Ceritakan dan sertakan foto kalau ada!
Kampungku itu dingin (wajar sih, pegunungan :D). Dikampungku hanya ada 50 kepala keluarga dan terbagi menjadi dua RT. Tetapi kesenian dikampungku maju loh, terutama reog anak - anak. Anak - anak usia SD sampai SMP di kampungku banyak yang ikut melestarikan kesenian reog ini, bangga dong punya kampung yang masih melestarikan keseniannya :D.
ini nih anak -anak kreatif kampungku

 8) Jujur, seberapa taat kalian dalam beribadah?
Alhamdulillah sekarang sudah semakin taat dan sholatnya jarang bolong, setelah proses yang cukup berliku (kaya jalan aja ya). Selepas SMA saya membuka hijab karena belum siap dan masih ingin seneng - seneng, berjilbab jika mau ngampus doang. Kenapa kalau ngampus doang? ya karena saya lulusan islamic boarding school gitu deh hehe. Saya memulai memakai jilbab secara serius itu setelah menjadi guru di multazam boarding school, mendapat panggilan setelah mendengarkan banyak cerita teman soal hijab sih hehe

 9) Pernah membuat Ayah/Ibu nangis? Boleh tahu kenapa?
Pernah, ya karena minggat itu dulu. Maafkan anakmu ini ya pak, bu. Alhamdulillah sekarang sudah tidak membebani mereka lagi :)
10) Kalau kamu lagi "jatuh", biasanya apa/siapa yang bisa nolong kamu?
Pasangan, bersyukur banget punya pasangan yang jauh lebih dewasa yang bisa menasehati dan menjadi inspirasi kenapa aku bisa berubah :)
11) Lagu favoritmu apa?
Menjaga Hati - Yovie n Nuno, Walaupun lagi ini memang ada kenangan seseorang di masa lalu tetapi saya seneng banget dengarnya.

Nah pertanyaan untuk kalian sobat - sobat blogers
  1. Apa untungnya kamu punya blog?
  2. Biasanya kamu suka ngeblog dalam suasana kaya gimana?
  3. Buku (selain pelajaran) yang kamu baca pertama kali apa dan kapan?
  4. Punya penulis favorit? siapa? dan apa alasan kamu suka itu?
  5. Kamu lebih suka baca novel atau nonton film? boleh tau alasannya?
  6. Bagian yang tak terlupakan dari hidupmu apa sih?
  7. Kamu bahagia dengan hidupmu yang sekarang? alasannya apa?
  8. Apa pencapaian yang ingin kamu wujudkan di tahun ini?
  9. Apa cita - cita masa kecilmu? Apakah sudah terwujud atau cita -cita tersebut sudah berubah?Berikan alasan jika berubah!
  10. Sebutkan 3 benda yang paling nggak bisa kamu lepas darinya?
  11. Seandainya diri kamu bisa dideskripsikan dalam 3 kata? apa sih 3 kata itu?

Akhirnya selesai juga, dan sekarang giliran saya memberikan libster award ini kepada 11 teman yang beruntung, siapa saja? ini dia.. selamat teman - teman
  1. Yayu Daulati 
  2.  sarif Abdullah 
  3. marmut kecil 
  4. Anna Mellisa 
  5. Edna Kurniawati 
  6. mukhrisotun khasanah 
  7. Sarmidi Ong 
  8. fakib cruz 
  9. Chenul Doniyo M 
  10.  Grapalaz 
  11. Nailal Mustaghfiri 





Jumat, 27 Juni 2014

TIPS Puasa Sehat, Kerja Lancar & Tetap Semangat

Bulan puasa kadang disalahartikan sebagai bulan ‘slow down’. Padahal, justru sebaliknya bulan Ramadhan merupakan bulan ‘peak performance’ secara lahir dan batin untuk menjadi manusia yang jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Oleh karena itu, bulan Ramadhan bisa menjadi momentum istimewa untuk bekerja lebih baik di perusahaan.
Di bulan Ramadhan, beruntunglah bagi umat Muslim yang masih berkesempatan menjalankan serangkaian ibadah wajib maupun sunah selama sebulan lamanya. Beribadah tidak terbatas pada ruang dan waktu. Selama ada niat untuk menjalankannya, hal tersebut dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, termasuk saat sedang bekerja di kantor.
Sungguh disayangkan jika bulan penuh berkah ini terlewatkan begitu saja karena ketidakcermatan menyeimbangkan waktu antara beribadah dan bekerja. Padahal banyak ibadah yang dapat dilakukan sambil tetap beraktivitas dan tidak perlu menganggu produktivitas kerja.
Berikut adalah beberapa tips sederhana agar ibadah Ramadhan Anda semakin optimal sekalipun dilakukan sambil bekerja di kantor:
Niatkan hati, ikhlaskan diri.
Bekerja dan beribadah memiliki orientasi berbeda, satu untuk memenuhi kebutuhan duniawi dan yang lain untuk rohani dan akhirat. Namun itu tidak menjadikan keduanya bersifat optional sebab hukumnya sama-sama wajib. Kesibukan atau beratnya pekerjaan sering dijadikan alasan untuk lalai dalam beribadah misalnya untuk puasa atau sholat. Sebaliknya kondisi berpuasa dijadikan kesempatan untuk bermalas-malasan dalam bekerja. Agar dapat menjalaninya beriringan, perkuat niat Anda dan berserah diri pada Yang Kuasa, niscaya Anda pun dapat melakukannya.
Jaga stamina agar ibadah dan kerja berjalan lancar.
Agar aktifitas kerja tidak terganggu karena puasa, manfaatkan makan sahur Anda sebaik-baiknya. Sahur juga terhitung ibadah sehingga melewatkannya sama dengan menolak pahala. Dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan kaya energi, melakukan pekerjaan harian Anda dalam kondisi berpuasa seharusnya bukan jadi masalah. Selain memaksimalkan sahur, jangan lupakan asupan air yang cukup, konsumsi multivitamin, istirahat serta olahraga walaupun tidak berlebihan adalah cara-cara menjaga stamina.
Berdzikir kapanpun teringat pada-Nya.
Saat dalam perjalanan ke kantor, berada di lift, menunggu mesin fotokopi, ketika berjalan ke cubicle teman, kapan saja dan dimana saja. Mengucapkan basmallah saat memulai suatu pekerjaan dan mengucap kalimat syukur ketika menyelesaikannya adalah contoh sederhana yang dapat dibiasakan. Selagi ada kesempatan, manfaatkan dengan baik untuk menyebut dan mengingat nama-Nya sebanyak-banyaknya.
Sirami hati dengan membaca/mendengar Al-Quran.
Mungkin membaca Al-Quran di kantor tidak bisa dilakukan dengan khusyuk dan leluasa karena waktu dan tempat yang terbatas Namun waktu sehabis sholat bisa dimanfaatkan untuk membaca kitap suci dan mendalami artinya. Jangan lupa selalu letakkan Quran dan terjemahannya di meja kerja Anda. Namun sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali, 1-2 lembar saja rasanya masih memungkinkan. Jika waktu break Anda sempit atau tidak bisa meninggalkan meja sama sekali, cukup buka saja Al-Quran digital di komputer dan baca beberapa suratnya. Membaca pun tak sempat? Dengarkan lantunannya dalam format MP3 juga bisa jadi pilihan.
Jagalah lisan, hindari bergosip.
Terkadang tanpa disadari saat mengobrol seru dengan rekan kerja ujung-ujungnya jadi bergunjing tentang orang lain. Selama berpuasa (dan lebih baik jika diteruskan setelah puasa berakhir), hindari bergosip kesana-kemari. Selain merusak ibadah Anda, hal tersebut juga membuang waktu. Jika memang ingin mengobrol, jauhi topik-topik yang menjurus pada gosip dan isu miring. Lebih baik membicarakan masalah puasa dan ibadah lainnya.
Jadikan rekan kerja sebagai ladang amal Anda.
Beribadah tidak hanya dilakukan secara vertikal namun juga horizontal. Berbuat baik pada rekan kerja sekalipun kecil kadarnya akan berlipatganda nilainya. Apalagi jika dapat menahan diri dan bersabar dari mereka yang sedang sensitif emosinya, pasti lebih besar lagi pahalanya. Oleh karena itu maksimalkan ibadah antar manusia ini untuk menambah pundi-pundi amalan puasa Anda sekaligus menjadi ajang latihan ketahanan dan kesabaran dalam melawan hawa nafsu sehingga ibadah Ramadhan yang Anda jalani pun terasa semakin bermakna.

Rabu, 25 Juni 2014

Awul - Awul, Tampil Kece Nggak Perlu Mahal :D

Mau tampil kece dengan baju branded yang adem tapi kantong tipis? Nggak perlu risau lagi, terutama buat kamu yang mau sedikit susah. Yapss, awul-awul adalah salah satu solusinya.

Baju yang saya pake 10 ribu saja :D
Awul - awul adalah tempat jualan baju import bekas yang belinya dengan cara di awul-awul atau dibongkar sendiri. Memang bukan pakaian up to date yang ditawarkan, tetapi jika kita pintar memilih bisa mendapatkan pakaian unik dengan harga miring (miring bangeett).

Awul - awul banyak ditemui di pinggiran kota, seperti sepanjang jalan Undip, Ungaran, Babadan, Karangjati, sampai Salatiga. Harga yang ditawarkan dari mulai 10 ribu tiga hingga ratusan ribu rupiah. 10 ribu dapat 3 baju?? iya 10 ribu kita bisa dapat 1 kaos, 1 rok, sama 1 rompi yang pasti kece kalau bisa mix n match.

Namanya juga barang bekas, mesti ada kekurangannya, nah kekurangan itu bisa diminimalisir jika kita jeli. Jadi kalau beli baju di awul -awul, harus jeli memilih karena terkadang ada yang robek, warnanya sedikit pudar, ada noda yang nggak bisa hilang dan lain - lain.  Selain jeli, berikut adalah tips berbelanja di awul - awul :
Kaos putihnya cuma 5 ribu aja :D
  • Sediakan waktu luang sehingga punya kesempatan lebih banyak untuk memilih yang bagus model serta kondisinya.
  • Cium bau pakaian, kalau baunya menyengat dan ada noda yang susah hilang, mendingan nggak usah di beli.
  • Kalau anda tertarik membeli fashion second yang berasal dari brand ternama sepeerti Louis Vuitton, Chanel, atu Gucci, pastikan dengan benar kondisi barang tersebut. Jangan ragu untuk menanyakan sejarah seta keaslian barang tersebut.
  • Kalau barang yang anda inginkan ada sedikit kerusakan, perlu dipikirkan keusakan itu bisa di perbaiki atau tidak.
  • Jangan membeli pakaian second yang terlalu kebesaran atau kekecilan. Sebenarnya anda bisa mengubah bentuk dengan cara di jahit kembali, namun itu akan merubah bentuk dan belum tentu cocok di tubuh anda.
  • Pakailan masker karena awul - awul biasanya dipinggir jalan raya, dan bau pakaian yang bertumpuk - tumpuk sedikit kurang sedap.
  • Setelah mendapatkan baju yang pas, jangan ragu untuk menawar.
  • Baju yang sudah dibeli harus dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai, disarankan dicuci dengan air mendidih agar menghilangkan kuman- kuman yang menempel agar tak menempel di tubuh kita.

Selamat berbelanja dan berkreasi :)

Jumat, 30 Agustus 2013

Asa, Doa, dan Usaha

Jum'at, 30 Agustus 2013
       Bukan sesuatu yang "WOW" sebenarnya, namun ini cukup membekas mungkin hingga kehidupanku kelak. SMP Islam Multazam dan SMK Islam Multazam telah memberikan warna baru bagi kehidupanku hari ini. Walaupun hanya dengan segelintir siswa namun aku merasakan bahwa inilah duniaku, dunia mengajar. Entah proses berbagi ilmu ini akan berlanjut atu tidak tetapi aku bersyukur bisa membagi ilmuku dengan orang lain.
    Suatu saat nanti tentu kehidupanku akan berubah, perjuanganku di kampus Ungu akan segera berakhir, dan tak lama kemudian gubug kecil yang akan ku tinggali bersama calon suamiku siap menampung peluh lelah tubuh ini. Mungkin beberapa tahun setelahnya aku akan menjadi seorang ibu guru dan ibu bagi anak-anakku. Semoga rencana yang hanya bisa dibantu usaha dan do'a ini akan terwujud. Tak ada yang tak mungkin jika kita terus mengiringi asa dengan do'a dan usaha.

Selasa, 30 Juli 2013

Positif Thinking

Berawal dari start awal 2013, tepatnya tanggal 2 Januari 2013 aku memulai debutku menggarap skripsi. Hingga saat ini sudah hampir 7 bulan, dan kau tau? ini masih setengah jalan. "MANDEG" hal yang biasa terjadi oleh mahasiswa tingkat akhir pun pernah kualami, namun itu tak lebih dari seminggu. Saat ini kawan-kawan seangkatanku sudah banyak yang sidang, sedangkan aku masih tersengal memburu menuju gerbang baru yaitu SPd. Perasaan antara senang melihat kawan-kawanku telah rampung dan sedih ketika berpikir "aku kapan?" bergolak. Positif Thinking saat ini pikiranku hanya itu, jalan ku dan jalan mereka berbeda, dan Tuhan Maha Tahu akan apa yang akan terjadi pada makhluknya.
Target 3 bulan yang lalu, bisa sidang dibulan Juli, ini Juli sudah mau habis, dan targetku pun molorrrr..
:( :( :(  

Senin, 17 Desember 2012

KOLOR MERAH


“Perpisahan bukanlah akhir dari segalanya, namun hanya batas tipis antara kenangan dan impian”
45 hari bersama kalian telah bisa mengukir  sebait rindu yang tak  bisa ku deskripsikan. Masih sangat jelas teringat ketika pembekalan, kala itu belum bisa terbayang akan hidup bersama kalian. Wajah wajah baru kalian yang telah menemaniku selama 45 hari dan membuatku tertawa, tersenyum, menangis, manyun dan berakhir dengan tangisan bahagia.
Rahma yang selalu bersikap dewasa dibalik kekanak-kanakannya. Ngorok dan obsesinya ingin terlihat kurus tak bisa dilupakan. Selalu berkobar semangatnya jika membicarakan perkawinan dan anak.
Lala (Bunda) si hidung besar yang disiplin, hieginis, sedikit galak namun mudah sekali mengambil hati anak kecil seperti Ilyas.
Mita yang lugu, polos dan sedikit lebay namun mempunyai segudang bakat terpendam.
Opick (Mamak) yang hobby ngorok- ngorok kuping, super konyol dan berotak encer.
Ajeng yang autis HP dan hobby ngentut. Memiliki bakat nyanyi dangdut dan stand up comedi.
Falerie si fhasionista yang sering sekali pilek ini mempunyai cita-cita bisa melanjutkan kuliah di Jepang (semoga bisa terwujud amien)
Tika si pendiem yang ternyata bisa mengatasi keributan ank kelas VI SD. Chinese satu ini juga rajin bobo.
Anugrah alias Armada si Gali Galau yang hobby ngartis didepan camera. Cowok satu ini  paling nggak bisa lepas dengan yang namanya rokok.
Rudi atau Iyud si bokong semox dengan senyum khas ini dulunya kelihatan pemalu tapi semakin lama malah  bisa malu-maluin.
Apapun itu kalian dengan perbedaan – perbedaan yang mampu menyolidkan persaudaraan, dengan kelucuan – kelucuan yang membangkitkan tawa. I LOVE U KOLOR MERAH

Jumat, 23 November 2012

KKN (ihh...Wauw..)


KKN : Kuliah Kerja Nyata???
Apa yang terpikir di benak anda?? Etnik run a way kah? Mandi di kali, jalan masih setapak, terjal, dan masih banyak lagi. Tetapi ketika tiba di lokasi KKN desa Subah, semua bayangan tadi hilang tak berjejak. KKN kok neng kutha!! kalimat itu langsung terlintas ketika tahu bahwa posko berada di dekat pasar, ATM,  Mini Market, apotik dan tetek bengek yang sering kita butuhkan.
KKN di desa Subah yang merupakan desa semi perkotaan  selain menguntungkan karena terjangkau dengan tempat segala macam kebutuhan juga sedikit mempunyai hambatan. Masyarakatnya yang sudah modern membuat kami sedikit sulit membuat progja. Tetapi alhamdulillah, sampai saat ini sudah separuh jalan terlewati.
Serumah bersepuluh selama 45 hari?? ya menjadi tahu kebiasaan masing masing orang, dari ngorok sampai ngentutan. Mempunyai keluarga baru yang unik-unik, bapak dan ibu lurah sebagai pengganti orang tua yang baik hati.
"JALAN SEHAT" yap... program itu muncul begitu mendadak, langsung tancap gas bikin proposal dan nyari sponsor. Seperti biasa sensasi bikin acara dan tak punya uang itu..... bisa anda bayangkan?? dag dig dug antara sponsor tembus atau tidak.
Jadi menjadi mahasiswa KKN itu lebih {{WauW}} sensasinya, terjun langsung dimasyarakat, tinggal bareng temen seposko selama 45 hari, dag dig dug bkin program, ngajarin komputer bpak-bpak yang susaaaah beudt dan masih banyak lagi, tetapi semua itu menyenangkan..

Selasa, 16 Oktober 2012

Aku Terperangkap Cintamu D…!!


 Sampai saat ini aku masih tak bisa mengerti mengapa engkau dulu pergi tinggalkanku. Hingga waktulah yang membawaku melupakan segala tentang kita dan menemukan Rio. Menemukan keindahan yang dulu tak sempat kita lalui, kau terlalu cepat untuk pergi meninggalkan segala cerita tentang kita. Bersama Rio kini mimpi-mimpiku dulu dapat kuraih, dia yang memberiku semangat, membangkitkanku dari kekejaman masa lalu yang tak lain adalah kekejaman yang kau buat.
Kalau saja kau bukan masa laluku tentulah keadaan tak akan berubah seperti ini. Kau hadir ketika dia yang dulu kau elu-elukan sudah tak mampu lagi bersamamu. Kini kau memohon agar aku kembali menemani dan memberikan kasihku. Tak tahukah bagaimana dulu aku berusaha untuk menghapus semua kisah kita dan menemukan dunia baru. Dunia yang akhirnya kutemukan bersama Rio, dunia yang tak pernah membuatku berlinang air mata, dunia yang membawaku berjingkrak dengan mimpi-mimpi yang bisa kuraih.
Kau hadir begitu tiba-tiba menyeruak melewati celah-celah hidupku dan alhasil membuat kenanganku membuncah kembali. Kau begitu pandai membuat perasaan itu kembali, mulut manismu begitu lihai membawaku mengkhianati Rio. Kau tawarkan kasih sayang yang dulu tak sempat kau berikan padaku, kau berikan janji akan kesetiaan yang membuatku harus berpikir dua kali untuk tidak mengkhianati Rio.
Berawal dari pertemanan kita difacebook kau terus mengintai apa yang sedang berkecamuk dihatiku. Hingga pada saat ada bara dalam rumah tanggaku kau hadir memberikan penawar. Tentu saja aku terbuka akan kehadiranmu, aku tak pernah sekalipun membencimu walaupun kau pernah membuat lara hidupku. Tak disangka ternyata kau sedang ingin membuatku kembali kepadamu. Kegagalan hidupmu yang menyadarkan bahwa akulah seharusnya pilihan yang tepat bagimu.
***
Rio, suami sekaligus sahabat yang selalu membuatku tak pernah kesepian dalam hidup ini. Walaupun hingga usia pernikahan kami yang ketiga belum juga dikaruniai momongan, namun itu tak membuat kasih sayangnya berkurang. Jarang sekali ada pertengkaran serius dalam rumah tangga kami, aku selalu berusaha mencintainya walaupun jujur cinta yang kini aku berikan tak lebih dari balasan cintanya kepadaku. Perasaanku masih hampa aku masih belum bisa menerima cinta orang lain setelah kekasihku meninggalkanku untuk wanita yang telah dijodohkan untuknya.
Tak membutuhkan waktu lama memang bagi Rio untuk mengenalku dan membawaku berumah tangga. Aku menerimanya bukan tanpa alasan, ialah agar Shinta adikku satu-satunya bisa dipersunting lelaki pilihannya. Dalam keluarga kami memang tak boleh seorang anak perempuan melangkahi kakak perempuannya dalam hal pernikahan.
Seorang lelaki mapan, tampan bernama Rio Sujarwo itu memang bukanlah lelaki sembarangan. Bagi orangtuaku Rio adalah menantu yang sangat ideal, seorang pengusaha jebolan universitas ternama di luar negeri. Namun bagiku Rio tak lebih sebagai teman hidupku, teman berbagi yang nyaman, bukan lelaki idaman yang aku cintai. Mencintai Rio adalah keinginanku, aku menginginkan agar aku mencintai suami yang selama ini setia mendampingiku. Namun ternyata perasaan itu sangatlah sulit, aku bahagia bersamanya namun itu sebatas formalitasku sebagai istrinya.
Memasuki empat tahun pernikahan kami, akhirnya Tuhan memepercayaiku untuk mengandung anak dari Rio. Rasa cinta Rio semakin besar mengetahui bahwa dalam perutku menempel darah dagingnya. Melihat ketulusan Rio yang tak berkurang sedikitpun dari awal menikah hingga kini, akhirnya hatiku luluh juga. Aku mulai mencintai Rio, walaupun aku sendiri tak tahu cinta ini benar-benar tulus atau sekedar rasa kasihan saja.
Rumah tangga kami semakin lengkap ketika bayi yang ada dalam perutku keluar, bayi laki-laki itu juga memberikan kebahagiaan bagi keluarga besar kami. Karena Zidane, nama bayi kami merupakan cucu laki-laki pertama baik dari pihakku maupun pihak Rio. Silih berganti ibuku maupun ibu Rio menyambangi rumah kami untuk sekedar membantuku mengasuh si kecil.
Dengan hadirnya Zidane tak hanya menambah sumringah keluarga kecilku, tetapi juga membuat karier Rio semakin melesat. Dia sering sekali ditugas ke luar negeri untuk mengurus anak perusahaan yang ada di luar negeri. Karena hampir setiap bulan Rio pergi ke luar negeri, tak pelak aku sadar bahwa selama ini Rio begitu berjasa dalam hidupku. Nyatanya kini aku merasa kesepian walaupun ada Zidane bersamaku.
Sebagai seorang ibu rumah tangga yang sudah ditemani pembantu aku merasa tak ada aktivitas. Dunia maya pun sering menjadi pelarianku, menulis blog-blog pribadi ataupun sekedar mencari info-info shopnet. Hingga pada suatu hari aku bertemu secara maya dengan lelaki yang pernah menjadi masa laluku. Sebut saja D, begitu aku menamainya.
Awalnya D hanya berkeluh kesah soal keretakan rumah tangganya yang berujung pada perceraian. Dalam keadaanku yang sedang kesepian mengalirlah rasa cinta yang dulu pernah merasuki relung-relung hati ini. Sadar masih mempunyai keluarga utuh, aku pun berusaha menjauh dari D. semakin ku menjauh ternyata D semakin mendekatiku. Usahanya bisa dibilang nekat, ia menyambangi rumahku bahkan berusaha mendekati Zidane.
Usahaku untuk menghindari D tak menampakkan hasil, hatiku pun semakin terjerumus ke dalam jurang cinta yang ia tawarkan. Segala yang ia suguhkan tak pelak membuatku terpesona. Ia bahkan menawarkan untuk menjalin hubungan gelap jika aku belum sanggup meninggalkan Rio.
Setiap Rio pulang, aku merasa bersalah. Tak tega aku mengkhianati suami yang begitu setia. Suami yang rela bekerja keras untuk keluarga yang ditinggal. Tetapi apa balasanku sebagai istri? Menodai keluarga kecil ini. Terkadang aku menyalahkan keadaan. Mengapa harus saat ini D hadir kembali dalam hidupku, tatkala aku sudah mengubur semuanya.
“Tan…aku mengaku bersalah dulu telah meninggalkanmu demi orangtuaku, namun apakah salah jika aku kembali lagi untuk merajut cinta yang dulu kutinggalkan?”
“Kamu tak salah, hanya waktumu saja yang terlalu lambat, seandainya kau hadir tatkala aku masih lajang tak akan begini jadinya.”
“Lalu, jika aku masih ingin menjalin hubungan denganmu lagi?”
“Aku sudah mempunyai keluarga yang bahagia, aku tak ingin menodai keluarga kecilku.”
“Tak perlu kau meninggalkan suami serta anakmu, aku hanya ingin kita acap kali bertemu seperti dulu sayang.”
“Aku tak bisa, lebih baik aku tak mengenalmu, kasihan suami serta anakku.”
“Aku tahu kau masih mencintaiku Tan, kau hanya tak tega dengan suami dan anakmu. Aku sudah cukup lama mengenalmu, kau tak bisa membohongiku Tan..”
“Kau jangan terus merayuku, aku mencintai Rio bukan kau.”
“Kau bisa mengatakan seperti ini kepadaku, tapi jangan kau bohongi hatimu sendiri Tantri..!!”
Aku diam menyadari apa yang dikatakan D itu benar, tetapi aku juga tak sanggup jika harus menuruti kemauannya.
“Berpikirlah dulu sayang, aku akan menemuimu lagi nanti.”
D pergi meninggalkanku yang sedang dilema. Dan nyatanya aku tak mampu menangkal rasa yang dulu singgah. Pertemuan rutinku dengan D membuatku tak kesepian dan mengecap keindahan masa lalu. Tetapi itu juga membuatku merasa bersalah kepada Rio.
“Mas, kenapa kita tak pindah ke Medan saja, daripada mas bolak-balik terus?”
“Tak perlu Tan, satahun lagi proyek di Medan juga selesai kok. Lagian Jakarta Medan tak butuh waktu lama kan?”
“Iya sih, tetapi apa jika kita semua pindah ke Medan kan mas ada yang ngurus disana.”
“Tenang saja istriku, aku disana sudah ada fasilitas kantor kok, aku nggak bakal macem-macem sayang.”
Rio tak pernah berdusta, suamiku memang lelaki paling setia. Rasanya tak tega mengkhianati Rio yang demikian sayang dan setia itu. Namun rasa cinta yang dulu pernah ada untuk D itu terlalu kuat untuk mengalahkan setianya Rio.
“Facebook” jejaring sosial yang ku benci karena telah membawaku mengenal kembali D namun juga membuatku menemukan cintaku yang dulu.  Kesibukan Rio membuat intensitas pertemuanku dengan D semakin sering. Aku terperangkap cintamu D…!!
Kendal, 16 Oktober 2012

Senin, 08 Oktober 2012

6 Bu Guru Bahasa



Bu Guru Bahasa Indonesia
Duel kedua bu guru ini sudah sejak jaman SMP, keduanya begitu kompak. Mereka sama-sama dari Kendal, yang membedakan adalah yang satu kelihatan dewasa (Bu Wulan) yang satu lagi unyu-unyu (Bu Fika). Sttt…kalau ngomong sama mereka harus pake bahasa Indonesia yang baik dan benar ya.
Ternyata kalau lagi galau kebiasaan mereka aneh-aneh, bu Fika suka kebut-kebutan motor (bahaya looh bu). Bu Wulan lain lagi, kalau lagi galau sukanya nyalon (biar rambutnya tambah bagus ya bu).

Bu Guru Bahasa Inggris
Miss Ucha n Miss Reni adalah para kamus2 berjalan, mereka menjadi kesayangan bapak Kepsek karena kebetulan beliau juga dari bahasa Inggris.
Miss Ucha ini kelihatannya judes tetapi paling nggak bisa marah didepan siswa. Kalau lagi galau bu guru yang satu ini sukanya mewarnai rambut.
Lain lagi miss Reni awalnya terkenal “galak” tetapi ada beberapa yang bilang Miss Reni asyik. Bu guru yang satu ini hobinya renang.

Bu Guru Bahasa Jawa
Bu Anik dan Bu Arin, duo guru bahasa jawa yang nggak bisa nembang L.
Bu Anik, bu guru yang unyu-unyu ini hobinya makan (tapi nggak gendut-gendut ya). Selain itu Bu Anik juga menyukai dunia modeling (nggak heran kalau narsis).
Kalau Bu Arin alias saya sendiri sering di bilang bu guru kecil.

Rabu, 03 Oktober 2012

PPL (Poto Poto Lagi)



Foto??Narsis? sudah biasa...,tapi yang ini bapak ibu guru yang narsis...
Inilah pose bapak ibu guru yang ternyata berbakat menjadi model...
Guru Bahasa Indonesia yang sabar :D
Guru Bahasa Indonesia 
Guru Bahasa Indonesia 
Guru Bahasa Inggris 
Guru Bahasa Inggris
Guru Bahasa Jawa
Guru Bahasa Jawa


Guru Jasa Boga
Guru Jasa Boga
Guru JasaBoga
Guru Jasa Boga

Guru Jasa Boga
Guru Jasa Boga
Guru Olahraga
Guru Olahraga


Guru Olahraga
Guru Olahraga


Rabu, 19 September 2012

Menjadi Guru itu ...


Menjadi guru itu ternyata sesuatu sekali..  
Inilah pengalaman menjadi guru PPL di SMK 4 Kendal
Pertama kali masuk kelas tentu saja berkenalan dengan siswa (menggunakan bahasa krama) ada yang komen kaya wayang, dalang dsb namun pada intinya sama “nggak mudeng bu”.  Siswa selalu menanyakan hal yang sama disetiap kelas dari mulai alamat rumah, no hp, alamat fb, twitter, status, tentunya kita harus pandai mengeles. Dari ke enam jurusan di SMK 4 yang paling “waw” adalah kelas XII TKR (Teknik Kendaraan Ringan) 3 yang isinya cowok badung semua, bagaimana tidak pertama kenalan saja sudah ada yang berani bilang inggil-inggil (mengejek bahwa saya pendek), pada saat mengajar rame sekali bahkan ada salah seorang murid yang plorot-plorotan celana dikelas (Astagfirullah). Kelas AP (Agribisnis Perikanan) yang katanya kelas buangan ternyata menyimpan sejuta cerita, banyak sekali anak bermasalah dikelas ini, terutama cewek. Kelas RPL yang katanya favorit lebih banyak anak yang pendiam dan cenderung individual, kelas TKJ (Teknik Komputer Jaringan) kurasa ini kelas yang baik, selain pandai sebagian besar dari mereka juga pandai bersosialisasi.  Mengerti banyak karakter murid dan menjadi berjiwa lebih muda karena menyamakan jalan pikiran dengan murid (bukan berarti sama). Untuk jurusan JSB yang isinya cewek semua, seperti arisan isinya ngrumpi.
Sebelum mengenal murid kadang mengira bahwa murid itu jutek, kemayu atau yang lain ternyata keasliannya akan terlihat dikelas. Kadang ada murid yang pendiam namun menyimpan sesuatu, yang seperti itu malah yang bikin guru sedikit agak canggung. Dari saya pribadi lebih menyukai murid yang cerewet tapi nggak kelewatan, suka bertanya, mudah diajak ngobrol. 

Selasa, 26 Juni 2012

Percakapan di Warung Pecel



Sebenarnya jam makan siang sudah berlalu sejak tadi, namun dua lelaki parlente itu masih saja asyik membicarakan sesuatu. Sebuah warung pecel yang jauh dari kesan sempurna itu ternyata masih mampu membius orang-orang seperti mereka untuk berlama-lama disitu. Entah apa yang mereka bicarakan sehingga melahap pecel sepiring saja butuh waktu satu jam lebih.
Sebenarnya aku tak ingin menguping, namun telinga ini sudah terlanjur mendengarkan apa yang mereka bicarakan, jadi ku rasa ini bukanlah suatu dosa terbesar. Selama hampir sepuluh tahun berjualan pecel disamping jembatan besi, baru kali ini ibuku kedatangan pelanggan yang berdasi. Pecel buatan ibuku memang sudah dikenal enak, namun enak dikalangan ekonomi kebawah yang hanya mampu mengeluarkan selembar lima ribuan untuk nasi pecel dan segelas es teh bukan enak dikalangan mereka orang-orang Senayan.
“Apa kita tidak terlalu jauh, bang?” kata lelaki berbaju merah marun itu.
“Terlalu jauh gimana?” yang baju putih lily berdasi biru menjawabnya.
“Kita sudah melibatkan terlalu banyak orang bang, aku takut kalau keluargaku ikut terseret”
“Ah kamu, jangan jadi penakut begitu! Kita butuh uang, uang!”
“Iya bang, aku tau. Dengan cara apapun akan kulakukan asalkan dapat uang, namun untuk yang ini kurasa terlalu banyak yang terlibat bang”
“Kamu sudah berapa kali terlibat kasus seperti ini?? Jangan begitulah..”
“Berkali-kali lah bang, abang tau sendiri kan? Tapi…”
Lelaki itu mengaduk-aduk pecelnya yang kulihat sudah sangat lumat.
“Optimis saja, ini bakal sukses seperti yang sebelum-sebelumnya”
Lelaki berbaju merah itu diam dan kembali mengaduk-aduk pecel pesanannya, yang kurasa tak dirasakan kenikmatannya.  Mereka kelihatan seperti memikirkan sesuatu yang sangat berat.
“Bagaimana kalau kita bunuh saja Mr.X, bang? Dia kan saksi kuci atas semua kasus ini.” Kata sibaju merah yang sudah menampakkan keberaniaanya.
“Serius kau,??sebenarnya aku juga berpikiran seperti itu sejak tadi
“Seriuslah bang, dia terlalu membahayakan untuk dibiarkan berkeliaran di dunia ini”
“Ok, bagus juga idemu. Caranya bagaimana?”
Lelaki berbaju merah itu membisikkan sesuatu kepada si baju putih sambil tangannya seperti memperagakan apa yang sedang dibacarakan.
“Cemerlang juga otakmu, okelah kita sikat orang-orang busuk seperti mereka”
Orang itu kembali makan seperti pelanggan lain, seolah tak ada hal serius yang telah mereka perbincangkan. Namun kelihatan bahwa mereka seperti orang yang sedang gelisah, pecel yang mereka pesan hanya diaduk-aduk tak jelas.
Sejak saat itu mereka sering bertandang ke warung pecel ibuku, dan setiap mereka datang selalu saja terbersit olehku untuk mendengarkan semua yang mereka perbincangkan. Dan entah suatu kebetulan atau bagaimana setiap mereka datang warung tak begitu rame jadi aku bisa leluasa mendengarkan mereka.
Bangku pojok adalah bangku favorit mereka, memang tempat itu sangat strategis untuk membahas hal yang tidak perlu diketahui orang lain. Namun dari posisi itulah aku semakin bisa leluasa mendengarkan mereka dari gerobak yang hanya bersekat jendela tanpa kaca.
“Gimana, kau sudah menyelidiki Mr.X?
“Sudah bang, namun agak sulit untuk menghabisinya, kita butuh kecermatan lebih”
“Ya, seperti yang sudah kubilang dia memang agak sulit, pelan-pelan saja Min, kita yang bakal mendapat semua uang itu. hahaha!”
Lelaki yang dipanggil Min itu diam sambil menghisap cerutunya.
“Begitulah.. Ku harap minggu depan dia sudah lenyap ha..ha..”
Dari cuplikan-cuplikan yang kudengar dapat kusimpulkan bahwa mereka bukanlah orang bersih dikancah politik. Hal itu yang membuat rasa penasaran sekaligus ketakutan jika terlibat dalam kasus itu. Kedua orang itu nampaknya sudah mulai curiga denganku, pasalnya aku selalu mengendap-endap di dekat gerobak saat mereka memperbincangkan hal itu.
Otak yang telah dikaruniakanNya ternyata tak sia-sia berpasangan dengan kepalaku, otak yang biasa aku gunakan untuk merayu gadis-gadis, kini ku gunakan untuk memikirkan sesuatu yang sedikit lebih berbobot. Karena penasaran dan tak ingin terlibat lebih jauh dengan kasus mereka kugunakan satu-satunya handphone bututku untuk merekam percakapan mereka, kupasang HP dibawah meja mereka biasa berbincang sesaat sebelum mereka datang. Dan alhasil berhasil juga pekerjaan perdanaku, walaupun suaranya kurang jelas namun masih bisa didengar.
“Nanti malem jam setengah sebelas bang, dia pulang kantor sendirian. Asistennya sedang pulang kampung. Kurasa ini saat yang tepat untuk kita menghabisinya”.
“Ya, bagus! Aku sudah menyewa beberapa preman untuk menghabisinya”
“Wah kerja yang bagus, bisa tenang hidup kita kalu dia sudah tewas. Hahaha!”
“Betul sekali, bisa hidup enak kita.”
Tiga hari mereka tak menyambangi warung ibuku, banyak yang kupikirkan tentang mereka. Jangan-jangan mereka sudah tertangkap polisi atau mereka malah yang menjadi korban pembunuhan atau mereka telah pindah ke Hongkong, Singapura atau malah sudah terbang ke negeri Paman Sam seperti berita-berita di TV.
Tak seperti biasanya Min dan temannya datang satu jam lebih awal setelah tiga hari tak makan pecel ibuku. Mereka kelihatan sangat gelisah dan banyak pikiran.
“Gawat, kita sudah tercium oleh polisi!”
“Ya, harus segera meninggalkan negeri ini. Aku tak mau tidur di bui sekalipun dengan fasilitas lengkap bang!”
“Jangan terlalu cepat mengambil keputusan, kita harus hati-hati Min”
Setelah hari itu mereka tak pernah lagi muncul di warungku, namun justru mereka lebih sering berada di layar televisi sebagai buronan dalam kasus pembunuhan dan korupsi. Tim KPK sedang menyelidiki kasus dua lelaki yang sering makan diwarungku. Aku sebagai orang yang mungkin satu-satunya yang mempunyai bukti kunci  semakin deg-degan dengan pemberitaan itu.
***
Teguh Tri Wiguna, akhirnya nama dan wajahku muncul di televisi sebagai saksi dalam kasus besar itu. Aku menjadi public figure dadakan yang selalu dikejar para pemburu berita. Seorang pemuda dari kalangan biasa saja yang mampu memasukkan dua penjahat negara ke dalam bui.


Senin, 25 Juni 2012

Mimpi

Seperti kebanyakan aku enggan mengingat masa laluku apalagi membayangkan keindahan dimasa yang telah jauh kita lewati. Bagiku masalalu adalah sebuah simpanan cerita yang hanya akan ku buka jika aku membutuhkan pelajaran darinya saja. Jika bukan karena mimpi yang kerap mendatangiku akhir-akhir ini pun aku tak mau membuka lembaran-lembaran usang masa itu. Mimpi itu membuatku sering membuatku melamun ke masa lima tujuh tahun silam, album foto usang itupun sering sekali ku buka hanya untuk menyaksikan kembali wajah yang semalam hadir dalam mimpiku.  Walaupun ku tahu wajah itu pasti telah berubah menjadi sosok dewasa, tak lagi menjadi bocah berseragam putih abu-abu seperti dalam foto.
Mimpi sialan itu kini mulai mengganggu keseharianku, kadang aku melihat sosoknya seolah-olah hadir diantara murid-muridku. Tentu saja hal itu membuat konsentrasiku buyar dan sering aku ditegur oleh muridku sendiri. Mimpi itu kini hadir hampir setiap malam, dan hampir setiap hari pula semua yang ku lakukan menjadi berantakan. Kekasihku pun mulai merasakan kejanggalanku, katanya aku terlihat sering melamun dan salah melakukan suatu hal. Ya Tuhan kenapa mimpi itu harus hadir disaat aku sudah tak menginginkannya lagi??
Dulu ketika ia baru saja meninggalkanku, aku memang sering berharap ia hadir dalam mimpiku. Aku selalu membayangkan bahwa aku bisa kembali lagi dengannya bahkan terlantun doa untuknya dalam setiap sujudku. Mungkinkah ini jawaban Tuhan atas doaku. Tetapi itu sudah enam tahun yang lalu ketika aku rapuh dan kemudian tenggelam kedalam dunia gelap sebelum aku bertemu Doni yang kemudian membawaku menjadi lebih baik. Donilah yang membuat semangatku kembali menyala dan keberhasilanku hingga detik ini pun tak lepas dari dukungan dia. Seorang kekasih yang tulus mencintaiku.
Sudah hampir sebulan mimpi aneh itu terus mendatangiku, mimpi yang berbeda-beda namun pada intinya sama. Masa laluku hadir kembali dan memintaku untuk kembali merajut kasih dengannya. Tak bisa aku ingkari jika bulir bulir cinta itu masih bersemayam dihatiku, nyatanya mimpi itu terus hadir itu mungkin karena pikiranku yang selalu memikirkannya dan terbawa sampai ke dalam mimpi.
Untuk menghapus mimpiku ini, aku berencana untuk ikut dengan murid-muridku studi tour ke Bali, semoga dengan liburan ini aku bisa melupakan semua tentang masa laluku. Namun ternyata jalan yang kuambil ini salah karena di pulau dewata justru aku bertemu dengannya secara nyata. Dan kejadian itu seolah menjadi jawaban atas mimpiku selama ini.
Sore itu ketika aku dan rombongan menonton tari kecak di Garuda Wisnu Kencana, aku menjadi yang terakhir masuk ke arena dikarenakan mencari salah satu siswiku yang terpisah. Karena arena pertunjukan sudah penuh dan pertunjukan pun sudah dimulai maka aku dan satu siswiku mendapat tempat duduk paling belakang. Seperti ada yang memanggilku dengan panggilan masa SMAku, aku menoleh ke belakang namun dibelakang hanya ada kru kamera karena aku memang duduk di bangku paling belakang.
“Hai... sama siapa kamu?” tiba-tiba ia menyenggol bahuku.
“Ba..banney..?!?” tak sadar aku memanggil dengan sebutan sayangku ketika itu.
“Iya ini aku, nggak nyangka ya bisa ketemu di tempat seperti ini, sama siapa kamu?”
“Iya aku juga nggak nyangka, ini aku sama murid-muridku. Maklum sudah jadi orang tua sekarang hehehhe, kamu sama siapa? Mbak ve ya?” pancingku memastikan bersama siapa dia disini.
“Enggak kok, aku sama mama papa tuh disana” katanya sambil menunjukkan posisi kedua orang tuanya.
Tujuan yang semula ingin menonton pertunjukan tari berubah menjadi obrolan yang panjang. Ya Tuhan mimpi itu kini nyata, ia ada dihadapanku senyumnya pun masih sama seperti dulu, menggoda. Malam itu pun seolah menjadi malam terindah di Bali, aku diundang makan malam bersama dengan keluarganya. Entah apa perasaanya tetapi perasaanku saat itu sangat tak karuan, disatu sisi aku bahagia bertemu kembali dengannya namun disisi lain aku merasa berdosa dengan kekasihku. Makan malamini serasa sama dengan makan malam ketika aku pertama kali menginjakkan rumahnya. Orang tuanya pun masih ramah, malah menanyakan tentang pekerjaanku dan pertanyaan lain khas orang tua.
Setelah pertemuan diBali itu aku tak pernah mendengar kembali kabarnya, mimpi itu pun hilang secara tiba-tiba. Hidupku kembali normal seperti sebelum mimpi itu datang, kekasihku pun tak lagi kerap kesal dengan tingkah polahku akhir-akhir ini. Dikelas aku bisa lebih konsentrasi mengajar dan tak pernah terpikir tentang mimpi itu lagi.
Namun kenormalan itu tak berlangsung lama, dua bulan kemudian Banney menyambangiku disekolah tempatku mengajar. Sungguh merupakan suatu hal yang mengejutkan sekali. Dia kembali datang disaat hatiku telah ada yang mengisinya, dan kehadirannya yang kemudian mulai rutin menyambangiku membuatku semakin kembali menaruh perasaan terhadapnya. Apalagi dari cara dia ketika berada dekat denganku kelihatan sekali bahwa ia ingin kembali merebut hatiku walaupun ia pun tahu kini aku tak lagi sendiri.
Kehadiran Banney dalam hidupku membuatku merasa dilema, aku masih menyayangi Doni seperti sebelumnya namun rasaku terhadap Banney yang dulu dengan susah payah ku kubur kini mencuat kembali. Memang selama ini Doni lebih sibuk dengan urusan bisnisnya namun dialah yang membangkitkan aku, dialah yang membuat aku menjadi seperti saat ini. Aku tak bisa membayangkan jika selama ini tak ada Doni yang selalu ada jika aku sedang membutuhkannya.
“Bolehkah aku kembali menyayangimu tanpa harus memilikimu?” katanya pada suatu malam disaat menghabiskan malam romantis ditempat yang dulu.
Aku diam, diam bukan karena bingung, diam karena aku tak mampu membaca hatiku sendiri, diam dalam ketidak tahuan. sepertinya ia mengetahui apa yang ku pikirkan.
“Nggak usah dijawab, aku tahu perasaanmu, biarlah takdir yang menjawab. Kini aku yang akan menunggumu.”
Menunggu sesuatu yang bagiku sangat membosankan. Namun itulah yang dilakukannya menungguku entah sampai kapan..